Jumat, 23 Agustus 2013

Insecta Holometabola



INSECTA

A.    Ciri Umum Insecta

Insect sering disebut serangga atau heksapoda. Heksapoda. Heksapoda berasal dari kata heksa berarti 6 dan kata podos berarti kaki. Heksapoda berarti hewan berkaki enam. Diperkirakan jumlah insect lebih dari 900.000 jenis yang terbagi dalam 25 ordo. Hal ini menunjukan bahwa banyak sekali variasi dalam kelas insect baik bentuk maupun sifat dan kebiasaannya. Ciri-ciri insect antara lain:
1.      Tubuh dapat dibedakan dengan jelas antara kepala dada dan perut.
2.      Kepala dengan satu pasang mata facet (majemuk), mata tunggal (ocellus), dan satu pasang antena sebagai alat.
3.      Alat mulut yang disesuaikan untuk mengunyah, menghisap, menjilat dan menggigit.
4.      Bagian mulut ini terdiri atas rahang belakang (mandibula), rahang depan (maksila), dan bibir atas (labrum) serta bibir bawah (labium).
5.      Dada (thorax) terdiri atas tiga ruas yaitu prothorax, mesothorax, dan metathorax. Pada segmen terdapat sepasang kaki.
6.      Kaki berubah untuk disesuaikan dengan fungsinya yakni:
a)      Kaki untuk menggali (anjing tanah)
b)      Kaki untuk meloncat (belalang)
c)      Kaki untuk berenang (kumbang air)
d)     Kaki untuk pengumpul serbuk sari
e)      Kaki untuk berjalan (kumbang tanah)
f)       Kaki untuk memegang (belalang sembah)
7.      Perut (abdomen) memiliki sebelas (11) atau beberapa ruang saja. Pada belalang betina, bagian belakang perut terdapat ovipositor yang berfungsi untuk meletakan telurnya. Pada segmen pertama terdapat alat pendengaran atau membran tympanum.
8.      Alat percernaan terdiri atas: mulut, kerongkongan, tembolok, lambung, usus, rectum dan anus.
9.      System saraf tangga tali.
10.  Sistem pernafasan dengan trakea.
11.  System peredaran darah terbuka.
12.  Sistem eksresi melalui pembuluh malphigi.
13.  Alat kelamin terpisah (jantan dan betina), pembuahan internal.
14.  Tempat hidup di air tawar dan darat.
15.  Umumnya serangga mengalami perubahan bentuk (metamorphosis) dari telur sampai dewasa.


B.     Klasifikasi (penggolongan) Insecta (serangga)

Serangga dalam perkembangannya menuju dewasa mengalami metamorphosis. Metamorphosis adalah perubahan bentuk serangga mulai dari larva sampai dewasa. Adapula serangga yang selama hidupnya tidak pernah mengalami metamorphosis, missal kutu buku (Episme saccharina). Berdasarkan metamorphosisnya, serangga dibedakan atas dua kelompok, yaitun: Hemimetabola dan Holometabola.
Yang akan kelompok kami bahas adalah Holometabola.
1.      Holometabola
Holometabola adalah serangga dari subclass pterygota yang mengalami metamorphosis sempurna. Tahapannya yaitu telur, larva, pupa, imago. Larva adalah hewan muda yang bentuk dan sifatnya berbeda dengan dewasa. Pupa adalah kepompong dimana pada saat itu serangga tidak melakukan kegiatan, pada saat itu pula terjadi penympurnaan dan pembentukan organ. Imago adalah fase dewasa atau fase perkembangbiakan.
Berdasarkan ciri sayap dan alat mulutnya, kelompok Holometabola ini meliputi 6 ordo, yaitu:
a)      Neuroptera
b)      Lepidoptera
c)      Diptera
d)     Coleoptera
e)      Siphonoptera
f)       Hymenoptera

a)        Ordo Neuroptera (serangga bersayap jala)
Neuroptera berasal dari bahasa Yunani yaitu neuro = saraf dan pteron = sayap, yang berarti sayapnya memiliki saraf yang berasal dari sayapnya.
Ciri serangga ini adalah mulut menggigit, dan mempunyai dua pasang sayap yang urat-uratnya berbentuk seperti jala. Tubuhnya ada yang kecil sampai besar dengan ukuran kurang lebih 10-50 mm. sebagian besar merupakan predator. Makanannya yaitu seraangga – serangga kecil dan mereka bisa memakan sangat banyak serangga setiap makan. Neurptera memiliki mata majemuk yang cukup besar, juga antena yang sangat panjang dan tipis seperti benang. Tubuhnya lunak karena endoskeletonnya tidak banyak mengandung kitin. Mereka hidup nocturnal dan biasa dijadikan mangsa oleh kelelawar. Dan untuk menghindari hal tersebut, neuroptera memiliki sensor ultrasonik kelelawar yang ada disayapnya. Pada serangga dewasa, mereka akan berhibernasi setelah musim dingin, dan saat musim semi mereka akan berterbangan keluar. Serangga predator ini berperan sebagai pengontrol serangga yang menjadi hama bagi suatu lahan. Serangga yang non-predator membantu tumbuhan dalam proses penyerbukan, karena ia menghisap nectar dari bunga dan menempel pada polen bunga tersebut dan menyebarkan polen ke bunga lain.
Contoh dari neuroptera:
1)      Lacewings
Ciri – ciri Lacewings:
a)      Serangga ini bertubuh lunak dengan lebar sayap yang mulai dalam ukuran 5 – 150 milimeter dan panjang tubuh hingga 50 milimeter.
b)      Memiliki sayap yang berenda seperti urat rumit di seluruh permukaan, kompleks sayap venation dengan venation dengan vena utama bercabang sepanjang tepi bawah sayap.
c)      Berkembangbiak secara kawin dan bersifat langsung dan betina biasanya bertelur pada atau dalam substratnya. Banyak spesies bertelur diujung batang tipis, yang mungkin melekat pada kayu, daun atau permukaan lain. Larva – kokon – kepompong.
d)     Lacewings dewasa memakan serangga penghisap getah yang lembut seperti kutu daun dan serangga skala.
e)      Kebanyakan larva yang predator dan memiliki rahang yang dimodifikasi, yang digunakan untuk menangkap serangga kecil dan menyedot perut mereka.
f)       Serangga ini dapat ditemukan di hamper semua habitat. Lacewings hijau sering tertarik pada lampu di malam hari dan akan merilis cairan berbau kuat ketika terganggu.


2)      Myrmeleontidae (undur-undur (antlion))
Ciri – ciri Myrmeleontidae
a)      Reproduksi terjadi tidak lama setelah undur-undur baru saja keluar dari kepompongnya. Perkawinan dimulai ketika sepasang undur-undur jantan dan betina hinggap dipohon, kopulasi dilakukan dengan cara saling melekatkan ujung ekornya(berlangsung hingga 2 jam).
b)      Undur – undur mengalami metamorphosis sempurna: telur, larva, kepompong, dan dewasa.
c)      Serangga ini kadang – kadang dianggap sebagai gangguan bagi manusia karena jika hinggap pada seseorang, mereka bisa memberikan gigitan yang cukup menyakitkan walaupun sampai tidak membahayakan.

d)     Ordo Lepidoptera (bersayap sisik)
Ordo klasifikasi dari kelas insect yang didasarkan atas sayapnya. Ordo Lepidoptera bangsa kupu/ngengat mempunyai ciri – ciri:
(1)   Lepidoptera berasal dari bahasa latin yang artinya sayap berisisk.
(2)   Dari ordo ini, hanya stadium larva (ulat) saja yang berpotensi sebagai hama namun beberapa diantaranya ada yang predator.
(3)   Serangga dewasa umumnya sebagai pemakan atau penghisap madu atau nektar.
(4)   Sayap terdiri dari dua pasang, membranus dan tertutup oleh sisik-sisik yang berwarna – warni.
(5)   Termasuk Endopterygota.
(6)   Pada kepala terdapat alat mulut serangga bertipe pengisap berupa belalai yang dapat dijulurkan, sedang larvanya memiliki tipe penggigit.
(7)   Pada serangga dewasa, alat mulut berupa tabung yang disebut proboscis, palpus maxilaris dan mandibula biasanya mereduksi, tetapi palpus labialis berkembang sempurna.
(8)   Metamorphosis bertipe sempurna (Holometabola), yaitu melalui stadia : telur – larva – kepompong – imago (dewasa).
(9)   Larva bertipe polipoda, memiliki baik kaki thoracal maupun abdominal, sedang pupanya bertipe obtekta.
(10) Pupa dibedakan menjadi dua :
(a)    Pupa mummi, bagian badan kepompong terlihat dari luar,
(b)   Pupa kokon, bagian tubuh pupa terlindung kokon.
(11) Contoh :
(a)    Acharonitra lachesis (kupu-kupu tengkorak)
(b)   Tryporiza incertulas Wlk (penggerak batang kuning)
(c)    Bombyx mori (ngengat sutera)
(d)   Attacus atlas (kupu – kupu gajah)
(e)    Cricula trifenestrata (kupu-kupu kenari)
(f)    Hyblaea puera (kupu – kupu ulat jati)
(g)   Spodoptera litura (ulat grayak)
(h)   Corcyra cephalonica

e)      Ordo Diptera (serangga bersayap dua buah/sepasang)
Ciri – ciri ordo Diptera:
(1)   Mempunyai sepasang sayap depan, dan satu pasang sayap belakang berubah menjadi alat keseimbangan yang disebut halter.
(2)   Mengalami metamorphosis sempurna, yang berkembang melalui stadia: telur, larva, kepompong dan dewasa.
(3)   Tipe mulut ada yang menusuk dan mengisap atau menjilat dan mengisap, membentuk alat mulut seperti belalai disebut probosis.
(4)   Larva tidak berkaki (apoda) biasanya hidup di sampah atau sebagai pemakan daging, namun ada pula yang bertindak sebagai hama, parasitoid dan predator.
(5)   Contohnya:
(a)    Lalat (Musca domestica)
(b)   Nyamuk biasa (Culex natigans)
(c)    Nyamuk Anopheles
(d)   Aedes (inang virus demam berdarah)


(a)    Lalat (Musca domestica)
Ciri – ciri lalat:
                                                                 i.            Mempunyai sepasang berbentuk membran
                                                               ii.            Memiliki dua mata majemuk yang bertemu garis tengah (holoptik) atau terpisah oleh ruang muka(dikhoptik), dan biasanya 3 oceli atau mata sederhana.
                                                             iii.            Thoraks seperti bentuk kotak chitin, merupakan untuk melekatnya otot – otot kuat untuk terbang. Mesothoraks yang membesar (ruas kedua) merupakan bagian utama dari toraks dan memikul sayap membrane yang besar, protoraks (ruas pertama) dan metathoraks (ruas ketiga).
                                                             iv.            Antena dilengkapi dengan alat peraba.
                                                               v.            Berbagai modifikasi bagian mulut dapat digunakan untuk membedakan genus dan species.
                                                             vi.            Sayap lalat merupakan sayap sejati yang kadang – kadang mempunyai sedikit sisik, tetapi lebih sering seluruhnya membranosa. Pasangan sayap belakang diwakili oleh sepasang batang ramping yang berbungkul disebut halter yang dipakai untuk keseimbangan.
                                                           vii.            Habitat ditempat yang basah seperti sampah basah, kotoran binatang, tumbuh-tumbuhan busuk, kotoran yang menumpuk secara kumulatif (dikandang).
f)       Ordo Coleoptera (bersayap perisai)
Ciri – ciri ordo Coleoptera:
(1)   Mempunyai dua pasang sayap.
(2)   Sayap depn keras, tebal dan mengandung zat tanduk disebut dengan elytra, sayap belakang seperti selaput.
(3)   Mengalami metamorphosis sempurna, berkembang melalui telur, nimfa, imago.
(4)   Tipe mulut menggigit.
(5)   Contoh:
(a)    Kumbang kepala (Orytec rhinoceros) menyerang pucuk kelapa, pakis, sagu, kelapa sawit dan lain – lain.
(b)   Kumbang buas air (Dystisticus marginalis)
(c)    Kumbang beras (Calandra oryzae)


Kumbang
Ukuran semua jenis kumbang kurang dari ¼ inci (0.635 cm), berbentuk oval atau bulat, mempunyai 6 buah kaki yang pendek dan berwarna sangat cerah, seperti merah atau orange, dan kadang – kadang mempunyai pola disayapnya seperti misalnya bintik – bintik hitam. Warna dan polanya diperkirakan untuk memperingatkan pemangsa akan rasa yang tidak enak dan racun yang dimilikinya. Habitatnya semua tempat, namun tidak diketahui terjadi dilautan atau di daerah kutub. Mereka sering makan pada tumbuhan jamur, merusak pertahanan binatang dan tumbuhan, dan memangsa invertebrate lain.

g)      Ordo siphonoptera (banga pinjal)
Ciri – ciri ordo Siphonoptera:
(1)   Serangga ini tidak bersayap, kaki sangat kuat dan berguna untuk meloncat.
(2)   Mempunyai mata tunggal.
(3)   Tipe mulut mengisap.
(4)   Segmentasi tubuh tidak jelas (batasan antara kepal, dada dan perut tidak jelas)
(5)   Metamorphosis sempurna.
(6)   Contoh:
(a)    Pinjal manusia (Pubex irritans)
Tidak memiliki sayap, sebagian besar tidak bermata, bentuk tubuh yang pipih dorsoventral, bagian mulut disesuaikan untuk menusuk-isap atau untuk mengunyah, dan memiliki enam tungkai atau kaki yang kokoh dengan kuku yang besar pada ujung tarsus yang bersama dengan tonjolan tibia berguna untuk merayap dan memegangi bulu atau rambut inangnya. Tidak memiliki baik ktenidia genal dan pronatal ktenidia, dahinya membentuk kurva (membulat). Umumnya menginfestasi manusia, tetapi dapat menginfestasi, ayam, babi, anjing, kucing dan tikus. Metamorphosis sempurna, habitat Pulex irritans mempunyai habitat di berbagai jenis hewan, termasuk manusia.

(b)   Pinjal anjing (Ctenocephalus canis)
Tidak bersayap, memiliki tungkai panjang, dan koksa-koksa sangat  besar, tubuh gepeng disebelah lateral dilengkapi banyak duri yang mengarah kebelakang dan rambut keras, sungut pendek dan terletak dalam lekuk- lekuk di dalam kepala, bagian mulut tipe penghisap dengan 3 stilet penusuk, Metamorfosis sempurna (telur-larva-pupa-imago), Telur tidak berperekat, abdomen terdiri dari 10 ruas, Larva tidak bertungkai kecil, dan keputihan,. Perbedaan antara jantan dan betina dapat dilihat dari struktur tubuhnya, yaitu jika jantan pada ujung posterior bentuknya seperti tombak yang mengarah ke atas dan antenna lebih panjang, sedangkan tubuh betina berakhir bulat dan antenna nya lebih pendek dari jantan. Kutu dewasa berwarna hitam kecoklatan, tapi tampak hitam kemerahan setelah makan darah. Kutu dewasa panjangnya 3-4mm. Memiliki baik ctenidia genal dan pronatal, memiliki mata, pada koksa kaki ke-2 (mesopleuron) ditemukan batang pleural (batang meral). Ada empat tahap utama dari siklus hidup kutu: telur, larva, pupa dan dewasa. Kutu selalu ditemukan dekat host, baik dalam kontak langsung seperti di antara bulu atau rambut atau dalam sarang mereka.
(c)    Pinjal kucing (Ctenophalus felis)
Kutu jenis ini memilki ciri-ciri tidak bersayap, memiliki tungkai panjang dan koksa-koksa sangat besar. Tubuh gepeng disebelah lateral dilengkapi banyak duri yang mengarah ke belakang dan rambut keras, sungut pendek dan terletak dalam lekuk-lekuk di dalam kepala. Bagian mulut tipe penghisap dengan 3 stilet penusuk,  metamorphosis sempurna (telur-larva-pupa-imago), telur tidak berperekat, abdomen terdiri dari 10 ruas, larva tidak bertungkai kecil, dan keputihan. Memiliki 2 ktinidia, bik genal maupun prenatal. Perbedaan jantan dan betina dapat dilihat dari struktur tubuhnya, yaitu jika jantan pada ujung posterior bentuknya seperti tombak yang mengarah ke atas dan antenna lebih panjang, sedangkan tubuh betina berakhir bulat dan antenanya lebih pendek dari jantan. Kutu kucing ini berwrna coklat kemerahan sampai hitam, dengan betina yang warnanya sedikit berbeda. Bentuk alat kelamin betina dan jantan pun memiliki kompleks perbedaan, yaitu pada alat kelamin jantan berbentuk bekicot.
(d)   Pinjal tikus (Xenopsylla cheopis), pinjal pada tikus dapat menularkan kuman pes/sampar.
Kutu pada tikus tidak memiliki sisir genal atau pronotal. Karakteristik ini dapat digunakan untuk membedakan kutu tikus oriental dari kutu kucing, kutu anjing,dan kutulainnya. Tubuh kutu hanya sekitar sepersepuluh dari satu inci panjang (sekitar 2,5 mm).  Kutu memilki dua fungsi, yaitu untuk menyemprotkan air liur atau sebagian darah dicerna ke dalam gigitan dan untuk menyedot darah dari tuan rumah. Siklus hidupnya : telur-larva-pupa-dewasa. Xenopsylla cheopis biasanya mendiami habitat tropis dan subtropis.

h)     Ordo Hymenoptera (bersayap selaput)
Ciri – ciri Hymenoptera:
(1)   Mempunyai dua pasang sayap, tipis seperti selaput.
(2)   Tipe mulut menggigit.
(3)   Larva tidak berkaki.
(4)   Metamorphosis sempurna (Holometabola)
(5)   Segmen terakhir dari abdomennya (perut) berubah menjadi penyengat
(6)   Contoh:
(a)    Lebah madu (Apis mellifera)
(b)   Kumbang pengisap madu (Xylocopa) biasanya melubangi kayu pada bangunan rumah.

Lebah
Lebah termasuk dalam kelas insekta dan tergolong dalam jenis serangga yang berdarah dingin yakni hewan yang suhu tubuhnya dipengaruhi oleh perubahan suhu hawa yang ada disekitarnya.
Tubuh lebah madu terdiri dari tiga bagian utama, yaitu kepala (caput), dada (thorax) dan perut (abdomen). Seperti halnya insekta lebah tidak mempunyai kerangka internal tempat otot bertaut, tetapi sebagai penggantinya adalah penutup tubuh eksternal yang mengandung Chitin dan menutupi organ dalam. Struktur tubuh (anatomi) lebah mempunyai tiga bagian utama, yaitu: kepala (head), dada (thorax) dan perut (abdomen).
Tahapan dari daur serangga yang mengalami metamorfosis sempurna adalah : Telur – Larva – Pupa – Imago
Siklus metamorfosis lebah madu adalah sebagai berikut :
1.    Ratu menghasilkan telur-telur dan disimpan di dalam sel-sel
2.    Selanjutnya telur akan berubah menjadi ulat-ulat atau larva
3.    Larva akan membesar dan berkembang membentuk pupa
4.    Pupa berubah dan  berkembang kepada bentuk seekor lebah
Habitat terdapat  dikawasan sub-tropis dan tropis Asia, seperti Indonesia, Phillipina, India, Nepal, dan tidak terdapat di luar Asia. Di Indonesia masih dapat ditemukan di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan di NTB maupun NTT. Di pulau Jawa lebah ini sudah jarang ditemukan.

1 komentar: